Minggu, 14 September 2014

Ini cerita tentang dia

Dia selalu nolong aku kapanpun, selagi dia mampu. Dia selalu lakukan apa aja yang terbaik dan selalu ingin berbuat lebih buat aku. tapi, dimata aku dia tetep sederhana, malah cenderung biasa aja. tapi anehnya, dia mau nunggu aku walaupun dengan waktu yang lama, padahal aku udah sempet jadian sama orang lain beberapa kali.

Dia anak laki-laki yang baik, malah bisa dibilang terlalu baik. tapi saking baiknya, dia seringkali dimanfaatkan oleh orang lain.Dia lahir tanggal 8 maret 1998. Tahun lahirnya yang sama seperti aku, hanya beda beberapa bulan. Dia lahir bulan Maret, dan aku lahir bulan Juli. Karena perbedaan umur yang sedikit, (bahkan bisa dibilang tidak beda) kita sangat mudah bertengkar. Alasannya yaaa... sama-sama keras kepala, mungkin disini aku yang lebih keras kepala, hehe.

Selain itu, karakter aku dan karakter dia itu sangat bertolak belakang. jadi perbedaan pendapat itu sudah nggak asing lagi. Oh ya, sekarang dia duduk di kelas XI IPA 3; SMAN 1 Sukaresmi, tepatnya sekelas dengan ku, dan mau gak mau, kita akan tetap sekelas sampai kelas 12 nanti. Dia tinggal di Cipanas, cukup jauh dari rumahku, malah, kita berlainan kecamatan. Tempat tinggalku di Pacet, dan dia di Cipanas.

Dia tipikal orang yang sangat penyabar, perasa, juga sensitif, menurutku. Sifatnya ini nggak jarang buat aku jengkel, bahkan muak, tapi anehnya, setelah kita saling kenal selama kurang lebih 4 tahun, kita masih bisa berhubungan baik (sebut teman dekat, bukan pacar).

Banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan dari dia, dan kebanyakan pelajaran pelajaran itu bisa aku petik lewat hal yang serba tidak sengaja. dan yang palingmelekatl di pikiran aku, juga yang ingin aku ceritakan sekarang adalah pelajaran tentang sabar dan gigih.

Sifatnya yang baik memang aku rasakan dari dulu. Nggak hanya baik ke aku, lho. Dia baik ke semua orang. Setiap ada teman yang tertimpa musibah, dia selalu menolong, sebisa mungkin di barisan terdepan.masih aku ingat betul, saat aku dan dia berjalan pulang dari sekolah dan tiba-tiba mobil ambulance beserta reng-rengannya lewat yang pastilah mobil itu membawa jenazah, dia tiba-tiba berhenti dan mengangkat tangannya. Ya, dia ikut mendoakan, bukan mau minta uang.

Dulu, semasa aku kelas 8 SMP, aku sempat "berpacaran" dengan dia selama kurang lebih satu setengha tahun. Kita putus ketika kelas 10 SMA karna suatu hal yang aku juga lupa. Semenjak itu hubungan kita mulai renggang, malah kita sempat lost contact, sebelum akhirnya hubungan kita kembali membaik.

Ternyata, setelah kejadian putus yang sempat membuat dia hilang arah (katanya), dai belum move on sampai saat ini. Mengapa bisa? Terkadang aku berfikir. Setelah putus dengan dia, aku sudah mencoba untuk merpaling ke yang lain, malah dua kali, sedangkan dia? belum satu kali pun. Sempat terdengar kabar bahwa dia pernah suka kepada orang baru dari seorang teman perempuanku yang sebenarnya tidak terlalu dekat denganku. Tapi, entahlah, kabar itu belum jelas ke sahihannya.

Saat aku sengaja bertanya, apa alasan yang dia punya untuk tidak segera move on, dia menjawab :
"Aku cuma bisa nunggu kamu, kalau misalnya aku move on, untuk apa aku berjuang nunggu selama ini? semuanya bakalan jadi sia-sia". begitu tuturnya.

Hidup adalah perjuangan yang harus dimenangkan--

Prinsip di atas memang benar, dan mungkin prinsip inilah yang dia terapkan. Tapi, kan dia cuma menunggu? mungkin itu yang jadi pertanyaan. Menurutku, menunggu itu adalah pekerjaan yang paling melelahkan, lho. Mendingan dikasih cucian baju yang banyak. Coba saja rasakan saat kalian menunggu suprise atau mengharapkan sesuatu saat kalian ulangtahun! menunggu kejutan dari teman ataupun menunggu untuk mengetahui isi kado yang kamu dapatkan itu... akan terasa lama banget. dan dia pun seperti itu (mungkin), menunggu sesuatu yang dia harapkan dari dulu. Selain itu, dia juga pasti berjuang menahan perasaan-perasaan semacam cemburu, kangen (mungkin), marah, dan lain-lain.

Aku pun, nyatanya selama ini merasakan keanehan tersendiri. Mengapa jika aku tak mendapat kabarnya, sehari saja, aku akan merasa tidak tenang? dan itu asli, aku selalu saja tidak tenang tanpa kabar dia, walaupun saat itu aku sudah punya pacar. jadi memang pada dasarnya, aku masih mempunya sisa perasaan untuk dia.

Benar saja, telah dengan dua tokoh aku mencoba berpaling, tetap saja, cuma dia yang bisa buat aku tenang. walaupun dia orangnya agak aneh dan tidak se-charming pacarku waktu itu, juga perilaku dia seringkali beda dari oranglain pada umumnya, tetapi dia sangat berkesan untuk aku.dia bisa sedikit meredam sifat keakuan aku.

Seiring rotasi dan revolusi bumi, aku hanya bisa memberikan sedikit waktuku kepada tokoh-tokoh lain pengisi waktu luangku setelah aku putus dengan dia. hubungan yang aku jalani dengan mereka hanya bisa dihitung kisaran 2-3 bulan saja, ditunjang sifatku  yang sangat mudah merasa bosan.

Akhirnya, karena aku merasa tidak nyaman dengan tokoh-tokoh lain yang sempat membarikan waktunya untuk aku, dan aku kembali lagi ke dia yang selama ini telah nunggu aku. dan hubungan kita kembali membaik. Ibarat menemukan mata air di gurun pasir, akhirnya aku menemukan ketenangan yang selama ini aku cari.  Ya, ketenangan berupa kabar yang terus mengalir dari dia, juga kehangatan yang seringkali dia transfer lewat candaan-candaan kecil dan mimik muka anehnya. Senang bisa melihat segaris senyuman tulus setiap pagi setiap berpapasan dengannya di kelas. Senang bisa berbagi cerita dan kembali bertengkar dengan dia.

Semoga dia juga membaca. Aku ingin berterimakasih pada dia, orang yang saat ini dekat dengan aku karena telah memberikan sedikit arti dari perilakunya selama ini. dan, dia yang aku ceritakan adalah Muhammad Farhan Siddik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar